son of ryadz diary : August 27, 2014 at 11:54PM


Jati diri atau identitas suatu komunitas dapat dibentuk oleh bahasanya dalam proses interaksi antara bahasa dan konteks sosial, yang berlangsung dalam evolusi. Dengan pengertian ini, bahasa adalah jati diri suatu bangsa. Jika satu bahasa lenyap atau musnah, sejalan dengan pendapat Thornborrow (2007: 171), musnahlah kahazanah ideologi, budaya dan situasi dalam bahasa itu dan sekaligus musnahlah identitas atau jati diri penutur bahasa itu.

Hal ini berarti jika bahasa daerah di Indonesia yang berjumlah 746 (Pusat Bahasa 2008) punah, musnahlah jati diri suku bangsa penutur bahasa daerah itu. Fakta ini menyatakan bahwa bahasa berperan penting dalam pemertahanan jati diri suatu komunitas atau bangsa. Dengan demikian, bahasa sebagai jati diri suatu bangsa harus dipertahankan. Dan hal ini berimplikasi bahwa mempertahankan (pemakaian) bahas a Indonesia berarti mempertahankan jati diri bangsa Indonesia.

Dewasa ini sebagian orang Indonesia mengalami krisis bahasa. Karena bahasa adalah identitas, krisis bahasa juga bermakna krisis identitas atau krisis jati diri. Kenyataan menunjukkan bahwa bangsa Indonesia 'demam' atau 'gila' bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena ketakutan terhadap 'berhala' globalisasi. Ada anggapan dalam masyarakat bahwa satu-satunya jalan untuk selamat dari lindasan globalisasi adalah penguasaan bahasa Inggris. Bahasa Inggris juga dianggap memiliki daya jual dan daya pengangkat marwah atau wibawa sosial dan ekonomi. Itulah sebabnya merek dagang, spanduk, nama perusahaan, nama hotel, nama tempat, atau iklan layanan umum yang nampak jelas di ruang publik dinyatakan dalam atau sebagian besar bercampur dengan bahasa asing, khusunya bahasa Inggris. Beberapa sekolah, khususnya di kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, dan Medan menyatakan diri sebagai sekolah internasional dengan bahasa pengantar dalam pembelajaran dikatakan bahasa Inggris.

Di samping krisis identitas sebagai bangsa, sebagian orang Indonesia juga mengalami krisis identitas sebagai suku bangsa. Sejumlah bahasa daerah telah, sedang, dan akan musnah. Kepunahan bahasa daerah akibat berbagai hal, tetapi sebagian besar akibat penuturnya meninggalkan atau tidak mau menggunakan bahasa itu. Bahasa daerah dianggap ketinggalan zaman atau tidak bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan.Jika satu bahasa daerah musnah, itu berarti bahwa ideologi, budaya, situasi atau kebijakan terhadap alam dan sosial semesta dalam bahasa itu yang telah dibangun melalui evolusi bertahun-tahun akan musnah.

Kenyataan penggunaan bahasa asing secara tidak proporsional, musnahnya bahasa daerah, dan berleluasanya pengambilan aset budaya Indonesia oleh negara tetangga merupakan fa kta bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi atau mengalami krisis jati diri yang dahsyat sebagai bangsa dan sebagai suku bangsa. Hal ini terjadi akibat ketidaktahuan terhadap peran bahasa dalam kehidupan dan kualitas hidup yang rendah.
Satu upaya yang tepat untuk mengatasi krisis jati diri, khususnya krisis pemakaian bahasa Indonesia adalah melalui upaya pendidikan berkualitas. Bangsa Indonesia, khususnya pelajar dan mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan berbahasa Indonesia secara berkualitas. Di samping itu, (maha)siswa, pejabat, wartawan, politisi, ilmuwan, para pemikir, tokoh masyarakat, dan kaum intelektual sebaiknya diberi pemahaman tentang kebijakan kebahasaan yang dibuat oleh pemerintah.



Link: http://adf.ly/rXZSy Bahasa Indonesia Perkuat Jati Diri Bangsa

IFTTT

Put the internet to work for you.

Turn off or edit this Recipe

0 komentar:

Posting Komentar