Jakarta - PDIP menyebut kursi wagub DKI sebagai jatahnya karena Jokowi, yang merupakan kader PDIP, meninggalkan posisi pimpinan Ibu Kota. Gerindra tak setuju dan kembali menegaskan tekad untuk merebut posisi DKI-2.
" Yang suruh pergi dari gubernur siapa? Ini ada penggiringan seolah-olah ada jatah. Ini bukan nasi uduk! Ada aturan mainnya," kata Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/8/2014).
Taufik bersikeras posisi itu harus diisi oleh kader Gerindra. Pria yang sempat membuat heboh karena pernyataan 'Tangkap Ketua KPU' ini mengajak PDIP mengkaji aturan soal pencalonan posisi wagub.
"Kalau saya mau balikin lagi bisa kan, misalnya yang kosong jabatan apa? Wagub, yang ngusulin jadi wagub Gerindra, berarti itu punya Gerindra. Kan bisa begitu saya, tapi nggaklah. Kita main di aturan saja, jangan di syahwat kekuasaan. Kalau syahwat, nafsunya begitu gede akhirnya aturan ditafsirkan lain-lain," paparnya.
Taufik mengatakan pembahasan soal wagub DKI ini baru akan dibahas serius oleh Gerindra setelah Ahok resmi naik jabatan jadi DKI-1.
"Jadi, justru kalau saya jadi aneh hari gini sudah ngomongin wagub karena wagubnya masih Ahok," ujarnya.
http://ift.tt/1vfMHtI
Rakus banget...belum kejadian udah MALAK nih PDIP ak. partai preman....
legowo dong mbok
Link: http://adf.ly/rXrFM [PARTAI RAKUS EPORIA]saat AHOK(Gerindra) jadi Gubernur, PDIP maksa jatah Wagub
Put the internet to work for you.






0 komentar:
Posting Komentar