BANJARMASIN - PDAM Bandarmasih kembali meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari hasil audit BPKP. Sejak 1997, ini adalah WTP ke 16 untuk BUMD milik Pemko Banjarmasin tersebut.
Neraca hasil audit pun diumumkan secara terbuka pada masyarakat. Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih, dalam jumpa persnya Jumat (30/5) lalu mengatakan prestasi ini bukan tanpa catatan. Neraca tahun 2013 ini mencatat laba sebesar Rp4,77 miliar. Atau menurun sekitar Rp1 miliar dari tahun sebelumnya. "Tahun 2012 tercatat laba Rp5,5 miliar," kata Muslih.
Penurunan ini punya banyak sebab. Salah satunya, Kepmendagri No 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dinilai Muslih sudah ketinggalan zaman. Misal, parameter yang menyatakan PDAM harus terus menambah pelanggan terbilang aneh. "Cakupan layanan kami hampir 100 persen. Lucu, kemana lagi kami mencari pelanggan?" tanya Muslih retoris.
Usulan revisi pernah ia sampaikan, tapi tak ad a tanggapan. Ia berharap bersama asosiasi PDAM, pihaknya bisa menekan Kemendagri untuk merevisi aturan itu. "Bahkan, BPKP sendiri sebagai auditor juga merasakan hal yang sama, aturan itu enggak up date lagi," imbuhnya.
Penyebab kedua, besarnya beban pajak. Sekitar Rp2,55 miliar. Penyebab ketiga, pembengkakan biaya operasional. Seperti pembelian air baku, bahan kimia, BBM, listrik dan lain-lain. "Untuk biaya operasional, tahun lalu bisa ditekan kurang dari Rp200 juta, tahun berikutnya sudah melebihi angka itu," ujarnya.
Meski laba menurun, PDAM berhasil melepaskan diri dari lilitan utang pada Bank Dunia sekitar Rp30 miliar. "Beban bunganya besar sekali. Makanya pelunasan kami percepat," tukasnya.
Selain itu, ada penambahan aset sekitar Rp100 miliar. Sehingga total nilai aset PDAM kini mencapai Rp0,5 triliun. "Meski penurunan laba jadi catatan, kami bersyukur karena ada prestasi di sektor lain," pungkasnya. (fud/az/dye)
http://ift.tt/1oMQBKg Laba Turun, Tapi Utang Lunas
Put the internet to work for you.






0 komentar:
Posting Komentar